Beranda > cerita, Lain Lain, puisi, topik > Ketika Sepi Menepi

Ketika Sepi Menepi

bingakai malam menurunkan
Rinai bulan bersandang
Awan awan hitam yang kadang membayang
Luruhku pada wujut kuncup gelap yang mengecup
Kening bebintang
Dan di iringi nada jangrik yang bergending
Setelahya malam mengepakan sayap kunang kunang
Kan cahaya yang melepas sepi

Namun jiwa yang terlanjur
Terjebak di sudut hari
Tak nampak menikmati
kecuali sesepi yang menyuguhi diam

Atas rona wujud yang tak terhindari oleh hati
Kian memapakan keruncingan keinginan
Biar jiwa terlepas pada bingar bunga yang bermekaran
Olehyalah aku terantai senyum
Yang kemudian tak kembali

Sesepi bau kopi menyambut pahit kali ini
Biarlah,
kurasa manis tak menenangkanku tiap hari

Sebelum Kamu Tersenyum

seketika ada langskap udara menerpa
Pohon pohon pada daun yang sama
Kemaren
Di sini pula ketika mata mulai mencerna warna
Tak sesekali kau terselip diantara birunya langit
Kenapa hari hari di sini
Tak serupa hari dalam lelapku ?

Ada yang beda tau bahkan tak sama
Sesekali ku menelan hari
Dan ku cerna terik yang muncul dalam ingatanku
Bahwasany sekeping mimpi segan tuk menjamah

ya, dikau sekumpulan harap
Yang patah
Kemren,
Kini menjawab lewat senyum
yang mengudang badai gelisah
Di hamparan gurun yang berdebu
Aku tak kan mampu melihat mu
Atau bahkan senyumu

Sekali lagi
Dan sama saja
Setelah atau sebelumya
Senyum itu ada,
Aku hanya akan terperana

Iklan
  1. 25 September 2013 pukul 14:25

    Melow banget puisinya, nulis sendiri ya?

  2. 17 September 2013 pukul 19:17

    Wah keren banget puisi nya. Di tunggu kunjungan baliknya ya..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: